Sulitnya Audisi Film Ketika Cinta Bertasbih

Ririn

Jakarta – Untuk pertama kalinya, aktris cantik Ririn Dwi Ariyanti ikut casting untuk film layar lebar. Dia memanfaatkan momen terakhir audisi pemeran film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) dengan mengantre bersama ratusan peserta lain di audisi tambahan.

Alice Norin

Ririn mengaku tiba-tiba saja menemukan keberanian untuk ikut serta. Sebelumnya, dia ragu-ragu meski sudah membaca novel dan memahami beberapa karakter perempuan yang ada di dalamnya. Saat audisi, Ririn mantap memilih peran Anna. Namun, tim juri yang terdiri atas Didi Petet, Chaerul Umam, Habiburrahman El Shirazy, dan Neno Warisman meminta

casting peran Elliana. “Untungnya, aku sudah baca novelnya. Jadi, tidak begitu susah,” ungkap perempuan kelahiran 6 November 1985 itu setelah audisi di Jakarta Sabtu (30/8).

Dengan begitu, Ririn bersaing dengan Dini Aminarti dan Alice Norin serta peserta lain yang sebelumnya

Dini

Dini

casting peran Elliana. Yang berhak atas peran tersebut akan diumumkan di malam final pada pertengahan September mendatang.

Soal casting pertamanya itu, Ririn merasa sangat gugup. Bahkan, lanjut dia, terasa sulit. Lebih sulit dibandingkan ketika ujian skripsi untuk mendapatkan gelar sarjana. “Dulu pernah audisi untuk sinetron AADC, tapi nggak seperti ini,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Ririn, tidak ada masalah saat audisi berlangsung. Membaca skrip pun sangat lancar. “Tapi deg-degan pas masuk pintu audisi. Mending waktu sidang skripsi S-1 nggak terlalu deg-degan banget kayak begini. Ini kayaknya lebih susah dari S-1,” paparnya.

Audisi KCB fokus untuk mencari lima pemeran utama sesuai dengan yang diceritakan dalam novel karangan Habiburrahman El Shirazy tersebut. Audisi film itu termasuk yang paling lama. Dimulai pada Juni 2008, audisi dilaksanakan di sembilan kota besar di Indonesia. Setelah dilakukan seleksi tahap awal, terpilih 180 peserta untuk diajak ke Jakarta mengikuti babak karantina atau pesantren di sebuah tempat pusdiklat milik Depdiknas di Parung, Depok.

Hasil karantina Parung, tim audisi menghasilkan 14 kontestan yang dianggap layak masuk babak berikutnya, yaitu Duta Dalam KCB alias audisi final KCB. “Tapi, sisanya belum tentu tidak terpakai. Bisa saja untuk peran yang lain atau ada pertimbangan lain,” kata Dhini dari SinemArt selaku produser film KCB.

kamu berminat…???

Published in: on Jumat, 5 September 2008 at 11:14 am  Comments (14)  
Tags: , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ngerumpi.wordpress.com/2008/09/05/sulitnya-audisi-film-ketika-cinta-bertasbih/trackback/

RSS feed for comments on this post.

14 KomentarTinggalkan komentar

  1. hahahah disuruh ngaji ntar gak bisa😀

  2. Assalamu’alaikum wrwb.
    – Mengingat persiapannya yang demikian serius, saya sungguh berharap film ini akan lebih sukses daripada film AAC.
    – Mudah-mudahan para juri diberi hidayah dalam proses seleksi akhir,dan mohon kontestan yang belum beruntung yang masuk dalam 14 besar, mendapat kesempatan untuk berperan serta.

    Wassalam. Widyo

  3. Assalammualaikum Wr Wb,

    Mudah2an peserta audisi yang terjaring memang sesuai harapan masyarakat luas, saya yakin film ini bakal lebih booming dari AAC, optimis sekali! mengingat audisi yang ketat dan juga banyak para artis yang qualified yang jg ikutan. ga udah ga sabar u/ menontonnya.. Semoga…

    Wasalam

  4. seharusnya lebih bagus dr AAC mengingat shooting nya akan dibuat di kairo… infonya ada tuh di http://www.filmketikacintabertasbih.com

  5. untuk saya, hasil audisinya mengecewakan😦

    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1076044

  6. gaungnya si udah berbunyi dari beberapa bulan yang lalu.. yaa semoga saja tidak menjadi pepesan kosong..

    terutama mengenai audisi2an-nya…
    semoga juga gak wajah2 lama yang muncul..
    kalau mereka2 lagi yang muncul, yaaa gak berkembang donk.. wajah2 yang #$^@#*&$^

  7. halah..
    pasti gak jauh beda dari sebelumnya..
    begitu pula novelnya yg gak jauh beda..

  8. tapi kayaknya gak semeledak AAC🙂

    http://cantigi.wordpress.com/2008/08/19/ibsn-ibsn/

  9. ass….
    menurut aku, ni film mengecewakan bgt…mgkn dr pemainnya, para pemirsa bnyk yg kcwa, tmen2ku smua ngmg gt… qta menunggu berjam2 cm bwt liat final audisi nya sangat merasa dikecewakan…
    mana sosok Anna yang seorang primadona??!!!! mana Azzam yang gagah???!!!! sulit bagi kami utk memberi point lbih pd KCB, point kami msh utk AAC!!
    wass…

  10. Assalamu’alaikum wrwb
    hmm… menurut ana sih sipsip aja yang penting pemainnya yang baru-baru dong jan orang yang itu-itu aja,,, somoga lebih sukses dari AAC.Insya Allah.amin

  11. buat ririn boleh gak ku tanya kalo kamu asli
    dari mana yg jelas pasti ya.
    aku suka banget liat ririn di senetron terla
    jur cinta buat kamu sukses selalu dalam kari
    er mu funs dari sweden allins.
    tolong bi balas ya thank a lot.

  12. Film indonesia sbaikny jangan sinetron smua.Harusnya bikin film tentang sejarah perjuangan kemerdekaan,itu baru kreatif.Spt film hollywood yg memproduksi film tntang sjarah pearl harbour,black hawk down,dll.

  13. ass…..
    semoga film KCB akan lebih banyak memberikan motivasi kepada masyarakat agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan semua.seperti cerita pada novelnya,yang memberikan semangat kepada para pembaca.
    buat mbak ririn , boleh gak klu fivi ingin lebih lebih mengenal mbak.
    bls ya mbak di tunggu.

  14. Semoga Perjalanan perfileman kita menjadi lebih baik dan bermanfaat demi tercerminya nuansa keimanan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: