Podolski menuju City, siapa penggantinya ???

Podolski, sudah tidak betah lagi di Muenchen

Podolski, sudah tidak betah lagi di Muenchen

Munich – Jarang mendapat tempat di tim utama Bayern Munich, Lukas Podolski dikabarkan kembali merapat ke Manchester City. Sebagai pengganti Podolski, Bayern pun berniat mendatangkan Andrei Arshavin. Minat City pada Podolski sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Ketika mereka masih dilatih oleh Sven Goran Eriksson musim lalu, The Citizens sudah berniat untuk menjadikan penyerang internasional Jerman itu bagian dari skuad mereka. Eriksson sempat menyebut berapa pun harga yang diminta Bayern pasti akan dipenuhi.

Awalnya keinginan City itu tak menemui hasil. Berbagai halangan datang mulai dari salah satu petinggi FC Hollywood, Karl-Heinz Rumenigge, hingga Jurgen Klinsmann, pelatih Bayern saat ini. Singkatnya, Podolski tak akan pernah dijual karena tenaganya masih dibutuhkan. Namun, keinginan tersebut tampaknya berbanding terbalik dengan kemauan Podolski. Hasratnya untuk bermain di starting eleven selalu terhadang bagusnya duet Luca Toni-Miroslav Klose. Sementara, kesempatan untuk bermain secara reguler di tim utama jelas lebih besar di City.

Pertanyaannya, maukah Bayern menerima pinangan City kali ini? Dengan dana melimpah yang dimiliki pemilik barunya, Sulaiman Al-Fahim, City seharusnya tak kesulitan membuat Bayern tegiur, seperti halnya ketika mereka memboyong Robinho dari Real Madrid.

Arshavin, Calon pengganti Podolski...?

Arshavin, Calon pengganti Podolski...?

Jika akhirnya Podolski jadi hengkang, Bayern pun telah menyiapkan penggantinya. Orangnya adalah Andrei Arshavin. Penyerang Zenit St Petersburg itu sendiri memang sudah lama menginginkan untuk pindah klub.

Masalahnya, Zenit tak kunjung mau melepas dirinya. “Klub saya akan melakukan apa pun untuk menghalangi saya keluar,” tandas Arshavin seperti dilansir AFP.

Sebelum Bayern, Arshavin pernah didekati oleh beberapa klub. Setelah gagal bernegosiasi dengan Chelsea, ia dikabarkan akan hijrah ke Arsenal meski akhirnya gagal juga.

Selanjutnya ia pun mendekat ke Tottenham Hotspur dan lagi-lagi kandas. Spurs kemudian malah memboyong rekan Arshavin di tim nasional Rusia, Roman Pavlyuchenko.

Iklan

Buffon tidak tergiur dengan tawaran City

Kiper Italia itu menjadi sasaran berita karena beredarnya gosip yang menyebutkan City berani untuk

Buffon, tertawa mendengar tawaran City untuk dirinya

Buffon, tertawa mendengar tawaran City untuk dirinya

melakukan pembobolan bank sebesar $100 juta untuk menarik Buffon dari Turin.

“€70 juta ($100 juta) adalah jumlah yang sangat banyak dan Gigi layak dihargai setiap sen dari uang itu,” kata Amauri tentang rekan barunya itu.

La Vecchia Signora membeli Buffon dari Parma dengan harga $64 juta pada 2001, tetapi dengan gelar Serie A Italia, Piala Italia, dan Liga Champions berada dalam jangkauan, tampaknya sulit bagi Juve untuk melepas kiper andalannya itu.

“Tetapi, Juve sangat membutuhkan Buffon dan saya pikir kita harus mencegah kepergiannya. Buffon baik-baik saja di Turin, dia tak perlu pindah,” lanjut Amauri.

Spekulasi di pasar transfer berubah menjadi liar menyusul pengalihan kepemilikan Manchester City dari Thaksin Shinawatra ke tangan Dr Sulaiman Al Fahim, pemimpin Abu Dabhi United Grup (ADUG). Al Fahim memperlihatkan kekuatan dananya dengan mendapatkan Robinho dari Real Madrid, beberapa jam sebelum pasar transfer ditutup.

Claudio Ranieri

Claudio Ranieri

Pelatih Claudio Ranieri memperingatkan Manchester City bahwa tidak ada harga yang pantas untuk Gianluigi Buffon. Menurut Ranieri, dirinya pernah mengatakan hal serupa kepada Roman Abramovich. Terbuki, kata mantan pelatih Chelsea itu, Abramovich belum bisa membangun dream team yang diinginkan. Padahal, Chelsea memiliki semua pemain berbakat hebat.

Ranieri adalah pelatih pertama yang diberikan banyak uang oleh Abramovich untuk membeli pemain. Ia membeli banyak pemain hebat dari klub-klub Seri A Italia. Ketika Jose Muorinho datang menggantikannya, pemain itu banyak tak terpakai.

Buffon dikabarkan tertawa mendengar kabar dirinya dihargai £60 juta ($100 juta) oleh Manchester City. Dia mengatakan tidak akan tergoda dengan tawaran setinggi itu.

EPL jadi liga termahal musim ini

TRANSFER Robinho ke Manchester City dan Dimitar Berbatov ke Manchester United (MU) benar-benar

Robinho

Robinho

sensasional. Deal yang terjadi pada detik-detik penutupan bursa transfer tersebut menjadi dua besar transfer termahal di Eropa, bahkan dunia, musim ini. Tidak hanya itu, nilai pembelian dua pemain tersebut sekaligus mendongkrak rekor transfer yang dicatat klub Premier League sepanjang sejarah.

Sebagaimana dikutip dari badan survei Deloitte, klub Premier League musim panas ini mencatat transaksi transfer hingga 500 juta pounds atau sekitar Rp 8,3 triliun. Jumlah tersebut naik 30 juta pounds dari transaksi tahun lalu dan itu terbantu berkat transfer injury time Robinho dan Berbatov.

”Nominal itu sangat jauh dibandingkan pengeluaran klub di liga lain di dunia,” kata Paul Rawnsey, direktur bagian bisnis olahraga Deloitte, sebagaimana dilansir Reuters.

Dengan kata lain, Premier League masih menjadi liga termahal sejagat. Tak sekadar mahal, dari sisi prestasi,

Dimitar Berbatov, pembelian terakhir Manchester United musim ini

Dimitar Berbatov, pembelian terakhir MU

Premier League termasuk sukses dengan prestasi di kompetisi terbaik antarklub Eropa, Liga Champions. Musim lalu, United menjadi yang terbaik dan lolosnya empat klub Premier League di perempat final menjadi sejarah tersendiri.

”Efek lainnya dari rekor transfer ini tentu saja dari sisi ekonomi dan pajak yang menguntungkan pemerintah Inggris,” kata Rawnsey.

Selain City dan United yang memecahkan transfer di klub masing-masing, Everton mencetak rekor serupa di detik-detik terakhir bursa transfer kemarin. Banderol 15 juta pounds (kurang lebih Rp 250 miliar) untuk gelandang Standard Liege (Belgia) Marouane Felliani menjadi rekor transfer klub berjuluk The Toffees itu.